Reksa Dana Syariah Offshore Diminati Investor Tanah Air

    Reksa Dana Syariah Offshore picture

    DuniaFintech.com – Jumlah produk reksa dana syariah offshore (dari luar negeri) yang beredar di Indonesia belum sebanyak produk reksa dana lainnya. Namun, produk ini telah menjadi alternatif investasi yang diminati oleh para investor Tanah Air yang memiliki kebutuhan dana berdenominasi dolar AS (USD).

    Analis Kebijakan Pendalaman Pasar Keuangan Syariah Komite Nasional Keuangan Syariah, Bazari Azhar Azizi, menilai bahwa saat ini produk reksa dana syariah offshore yang beredar di Indonesia telah menjadi daya tarik tersendiri bagi para investor.

    Baca juga: BukaLapak Memiliki Kemungkinan Untuk Berekspansi ke Timur Tengah

    Daya Tarik Reksa Dana Syariah Offshore

    Kepada Republika, Azhar pun mengatakan bahwa, selain itu (reksa dana syariah offshore) memiliki efek global sehingga menjadi semakin menarik jika melihat tren market Dow Jones Islamic Market Indeks (DJIM) maupun FTSE Islamic yang tumbuh secara positif secara year to date (YtD).

    Azhar berpendapat, dari beberapa reksa dana syariah yang sifatnya offshore, secara historis itu masih menunjukkan performa yang cukup baik untuk investasi jangka pendek sebulan, maupun setahun dengan rata-rata performa yang mencapai 4,16 persen.

    Meskipun begitu, menurutnya pihak otoritas terutama Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Pasar Modal Syariah tetap perlu memantau produk reksa dana syariah offshore, mengingat adanya potensi risiko nilai tukar yang cukup tinggi serta risiko fluktuasi pasar modal global yang melekat pada produk ini jika dibandingkan reksa dana syariah lainnya (terutama lokal).

    Baca Juga: Indonesia Fintech Festival, Ajang Edukasi Fintech kepada Masyarakat 

    Geliat Reksa Dana Syariah Offshore di Indonesia

    Sebelumnya, Eastspring Investments Indonesia diketahui akan meluncurkan reksa dana syariah offshore baru pada semester kedua tahun 2019. Peluncuran ini diadakan lantaran tingginya permintaan investor untuk produk reksa dana offshore tersebut.

    Dalam sajian berita Republika, Kepala Unit Syariah Eastspring Investments Indonesia, Rian Wisnu Murti, mengatakan pada pertengahan minggu lalu:

    “Kebetulan demand memang ada di produk itu, jadi kita mau keluarin dengan kondisi yang lebih tematik lagi.”

    Rian pun menjelaskan, perusahaan kini menargetkan dana kelola dari produk ini sebesar 20 juta dolar AS. Diharapkan target tersebut akan tercapai dalam kurun waktu enam bulan ke depan terhitung sejak peluncuran awal.

    Rian menjelaskan, produk reksa dana saham syariah ini nanti asetnya akan berfokus untuk mengambil saham-saham yang berada di kawasan Cina. Terkait alasan fokus di kawasan ini, Rian menuturkan, kawasan Cina masih memiliki kondisi ekonomi yang sangat solid meski ikut terdampak dari perang perdagangannya dengan Amerika Serikat.

    Rian pun berpendapatL

    “saya pikir memang secara global (Cina) lagi rusuh, tapi di dalam domestik mereka bisa bertahan, jualan di dalam negeri saja juga mereka tetap hidup.”

    Image by PixArc from Pixabay

    -Syofri Ardiyanto-

    Komentar