Sajubu Dorong Lahirnya Masyarakat Gemar Membaca

    sajubu picture

    DuniaFintech.com – Kemajuan teknologi turut mengubah kebiasaan sebagian masyarakat melakukan kegiatan sehari-hari, termasuk membaca buku. Kini, tidak sedikit masyarakat yang gemar membaca melalui media komunikasi digital. Nah, Sajubu hadir untuk menyebarkan buku-buku layak baca kepada masyarakat luas.

    Sajubu merupakan singkatan dari 1 Juta Buku untuk Anak-anak Indonesia. Ini adalah sebuah gerakan yang berhubungan dengan kegiatan pembagian buku gratis kepada perpustakaan sekolah, taman baca, dan perpustakaan masyarakat. Gerakan ini resmi menjadi nama sebuah komunitas pada tanggal 31 Oktober 2010 di Jakarta.

    Startup ini mengundang masyarakat luas untuk berpartisipasi dalam gerakan ini sebagai relawan. Sadari dan syukuri, mari melakukan hal kecil secara terus-menerus dengan cinta yang besar. Sajubu menyebut tim relawan mereka dengan kuli-kuli kardus (kulkar). Ini menjadi semacam sapaan hangat untuk para relawan yang telah bergabung dengan gerakan satu juta buku untuk anak Indonesia.

    Selain menjadi relawan, startup ini juga mengajak masyarakat untuk berdonasi berupa uang. Donasi yang diberikan digunakan untuk pembelian paket buku dan biaya operasional. Laporan keuangan akan dikirimkan melalui email kepada donatur setiap bulan.

    Selain itu, perusahaan juga menerima donasi buku baru maupun bekas layak dari sahabat. Jenis buku yang diutamakan adalah buku bacaan atau pengetahuan umum, seperti ensiklopedia, kamus, buku kreativitas (bukan buku pelajaran) usia anak sekolah yang masih baik secara fisik dengan isi tidak memuat unsur pornografi, kekerasan, dan hasutan. Di samping itu, Sajubu juga menjual berbagai merchandise, seperti mug dan kaos.

    Kampanye dilakukan untuk mendukung minat baca anak-anak Indonesia adalah pekerjaan yang lebih banyak dilakukan di dalam ‘gorong-gorong’. Penggalian di dalam ‘gorong-gorong’, untuk memastikan bahwa peredaran ‘air’ di bawah ‘jalan raya lancar’ dan sampai ke tempat yang seharusnya. Air dalam ‘gorong-gorong’ yang dimaksud Sajubu adalah buku-buku titipan donatur. Ini adalah semacam mekanisme untuk mendistribusikan buku-buku tersebut ke perpustakaan atau taman baca yang sudah mendaftarkan diri di sisfosajubu.jejaring.org.

    Sajubu mengaku lebih sering bekerja ‘di bawah’ tanpa ikut riuh terhadap apa yang terjadi di atas ‘jalan raya’. Sajubu menilai cukuplah orang-orang mengtahui bahwa aliran ‘air’ tetap lancar, mengalir sejauh yang seharusnya. Sajubu berpendapat semua organisasi, komunitas, kampanye maupun gerakan memiliki bargaining position masing-masing. Memposisikan diri adalah soal pilihan masing-masing atau katakanlah sebagai ideologi dan falsasah khas komunitas. Maka, adalah wajar jika startup ini memilih bargaining position di dalam ‘gorong-gorong’. Selama ini, Sajubu bertahan di jalur gorong-gorong yang gelap, sunyi, tenang, dan lebih banyak tidak terlihat.

    Kiprah Sajubu telah mendapat pengkuan positif dari publik. Hal ini, misalnya, diakui oleh Diyana Firdiansyah, staf pengajar MTs Al-Hafizh Cikajang, Garut, Jawa Barat. Ia merasakan betul manfaat setelah menerima buku-buku dan novel dari Tim. Ia mengakui, minat siswanya dalam membaca cukup meningkat. Kini, siswanya tidak kesulitan lagi dalam membuat tugas sinopsis, resensi, dan tugas-tugas lainnya. Secara pribadi, ia berpendapat bahwa novel-novel ini sarat akan hikmah dan pelajaran yang menginspirasi.

    Source: 1jutabuku.org

    Written by: Sebastian Atmodjo

    Komentar