Peran Raihan Sertifikat ISO Full Scope untuk Fintech P2P Lending

    Sertifikat ISO Full Scope picture
    Top Adv

    DuniaFintech.com – Dalam rangka melengkapi persyaratan guna memperoleh tanda izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). PT JULO Teknologi Finansial (JULO) telah meraih sertifikat ISO Full Scope, ISO 27001.

    OJK meminta agar penyelenggara Fintech Peer-to-Peer (P2P) lending mengamankan komponen sistem teknologi informasi untuk menghindari adanya resiko gangguan, kegagalan, dan kerugian.

    Sertifikasi ISO Full Scope tersebut diperoleh JULO sejak tanggal 26 April 2019 lalu. Sebelumnya JULO sudah meraih sertifikasi ISO yang hanya mencakup Business Process IT Operation pada akhir tahun 2018 lalu.

    Baca juga: Pusat Data Nasabah Fintech dari OJK Akan Diterbitkan Agustus 2019

    Tujuan Peraihan Sertifikat ISO Full Scope

    Head of Engineering JULO, Hans Sebastian , mengatakan bahwa tujuan dari Sertifikasi ISO Full Scope tersebut ialah untuk meningkatkan level keamanan informasi pada umumnya di dalam lingkungan perusahaan. Selain itu, sertifikasi ini juga adalah upaya untuk mencegah rancangan keamanan informasi yang tidak layak di seluruh departemen JULO.

    Hans pun menambahkan bahwa sertifikasi ISO tersebut juga untuk mengoptimalkan efisiensi benteng keamanan dan proses keamanan informasi baik yang bersifat informasi internal perusahaan maupun informasi dari sisi para nasabah JULO.

    Dalam keterangan tertulis, Hans pun mengungkapkan:

    “Kami memastikan setiap informasi dari pelanggan atau nasabah yang masuk ke dalam  proses bisnis JULO [akan] mendapat perlindungan khusus dan terjamin dari sisi keamanan datanya.”

    Hans juga menyampaikan bahwa dengan adanya sertifikasi ini, JULO telah dapat memastikan serta menjamin berjalannya proses operasional perusahaan yang berasaskan prinsip akuntabilitas dan transparansi guna memenuhi aspek keamanan informasi.

    Baca Juga: Aiqqon Mempermudah Pelaku UKM Mengadopsi Pembayaran Cashless

    Peningkatan di Berbagai Aspek

    Selain peningkatan keamanan, peraihan sertifikasi ISO tersebut juga memperhatikan peningkatan di berbagai aspek seperti ketersediaan (availability), kerahasiaan (confidentiality), dan kesatuan (integrity) sebagai parameter penilaian yang terkandung dalam klausul ISO 27001:2013.

    Hans pun mengatakan:

    “Kami yakin sertifikasi ISO ini dapat menjadi salah satu pendukung bagi Kami [untuk] mewujudkan misi perusahaan untuk menjadi aplikasi Fntech yang mendorong inklusi keuangan di Indonesia.”

    Selain meraih sertifikas ISO tersebut, sebelumnya pun JULO telah memenangkan penghargaan Inclusive Fintech 50.

    Sekedar informasi, Fintech 50 adalah sebuah kompetisi untuk perusahaan Fintech di negara-negara seluruh dunia yang mendorong inklusi keuangan. Kompetisi ini diluncurkan pada bulan Februari 2019 lalu untuk membantu perusahaan-perusahaan Fintech tahap awal memberi manfaat kepada 3 miliar orang yang kurang terlayani secara finansial.\

    Menanggapi kemenangan tersebut, Head of Product JULO, Kenneth Kou, mengatakan:

    “…Kami dengan rendah hati menerima penghargaan ini bersama dengan perusahaan-perusahaan lain yang memiliki tujuan untuk memajukan inklusi keuangan di pasar mereka sendiri.”

    Image by rawpixel from Pixabay

    -Syofri Ardiyanto-

    Komentar
    Bottom Adv