Siap-siap Hadapi Fenomena Hari Tanpa Bayangan!

    hari tanpa bayangan
    Inline Adv

    DuniaFintech.com – Siap-siap menghadapi Hari Tanpa Bayangan! Fenomena unik ini diperkirakan akan terjadi di wilayah Jakarta pada 9 Oktober 2019 mendatang sekitar pukul 11.40 WIB. Peristiwa kulminasi atau transit atau istiwa’ tersebut terjadi ketika matahari tepat berada di posisi paling tinggi di langit.

    Baca juga: Demi Libra, Facebook Cari Dukungan Mata Uang Utama Dunia

    Bidang Geofisika Potensial dan Tanda Waktu BMKG menyebut saat deklinasi matahari sama dengan lintang pengamat, disebut sebagai Kulminasi Utama. Pada saat itu, matahari akan tepat berada di atas kepala pengamat atau di titik zenit. Akibatnya, bayangan benda tegak akan terlihat “menghilang”, karena bertumpuk dengan benda itu sendiri. Karena itu, hari saat terjadinya kulminasi utama dikenal juga sebagai hari tanpa bayangan.

    Peristiwa ini bukan kali pertama terjadi, 5 Maret 2019 lalu kulminasi utama terjadi pada pukul 12.04 WIB di Jakarta. Sementara di kota Pontianak yang tepat terbelah oleh garis khatulistiwa, kulminasi utamanya terjadi pada 21 Maret 2019 pukul 11:50 WIB dan pada 23 September 2019 pukul 11.35 WIB.

    Baca juga: Mata Uang Digital Tiongkok di Klaim Mirip Libra

    Penyebab Terjadinya Hari Tanpa Bayangan
    Dijelaskan, karena bidang ekuator bumi/ bidang rotasi bumi tidak tepat berimpit dengan bidang ekliptika/ bidang revolusi bumi, sehingga posisi matahari dari bumi akan terlihat berubah terus sepanjang tahun antara 23,5o LU s.d. 23,5o LS. Hal ini disebut sebagai gerak semu harian matahari.

    Tahun ini, matahari tepat berada di khatulistiwa pada 21 Maret 2019 pukul 05.00 WIB dan 23 September 2019 pukul 14.51 WIB. Adapun pada 21 Juni 2019 pukul 22.55 WIB matahari berada di titik balik Utara (23,5o LU) dan pada 22 Desember 2018 pukul 11.21 WIB matahari berada di titik balik Selatan (23,5o LS).

    Waktu Terjadinya Hari Tanpa Bayangan di Indonesia
    Mengingat posisi Indonesia yang berada di sekitar ekuator, kulminasi utama di wilayah Indonesia akan terjadi dua kali dalam setahun dan waktunya tidak jauh dari saat matahari berada di khatulistiwa.

    Baca juga: Bitrexgo, Hadirkan Solusi Pendidikan Finansial Digital

    Secara umum, kulminasi utama di Indonesia terjadi terjadi antara bulan September-Oktober di setiap kota di Indonesia. Misalnya 22 Februari di Seba, Nusa Tenggara Timur hingga 5 April di Sabang, Aceh dan 8 September di Sabang, Aceh sampai dengan 21 Oktober di Seba, Nusa Tenggara Timur.

    -Karin Hidayat-

    Komentar
    Bottom Adv