six picture

DuniaFintech.com – Bursa efek Swiss SIX telah mengumumkan rencana untuk meluncurkan perdagangan aset digital, penyelesaian, dan layanan kustodian yang terintegrasi sepenuhnya.

SIX diatur sebagai operator Financial Market Infrastructure (FMI) oleh Otoritas Pengawas Pasar Keuangan Swiss (FINMA) dan Swiss National Bank, yang berarti pertukaran aset digital juga akan diatur dengan benar. Layanan ini akan diperkenalkan pada pertengahan 2019.

Peluncuran ini terjadi pada saat harga cryptocurrency sedang menurun. Cryptocurrency Bitcoin berada pada  harga sekitar $ 6.515 pada saat artikel ini ditulis, turun dari harga tinggi sepanjang masa yang pernah diraih saat hampir menyentuh angka $ 20.000 pada bulan Desember 2017.

Baca juga: Perkembangan Tik Tok di Indonesia

Swiss sebagai Hub Dunia Kripto

Selama ini Swiss telah berhasil membangun reputasi sebagai hub kripto. Kota Swiss Zug dijuluki Lembah Kripto, dan negara ini telah melakukan banyak upaya untuk menjadi pusat kripto global. Langkah terbaru oleh SIX mungkin cara lain di mana Swiss dapat membangun citra dirinya sebagai pemimpin di sektor crypto. Hal ini menjadi semakin penting karena pemain lain juga menjelajahi ranah yang sama: Prancis meluncurkan akselerator Blockchain pertama di Eropa, dan Financial Conduct Authority (FCA) Inggris menyambut semakin banyaknya startup Blockchain yang bermunculan.

Baca juga: Tips Agar Tidak Gagap Teknologi di Era Digital

Meskipun reputasi kripto belum kembali seperti di masa kejayaannya dulu, namun semakin banyaknya institusi yang terjun membuat banyak orang bisa bernapas lega.

Secara khusus, beberapa bank Wall Street berencana untuk masuk ke perdagangan crypto, jadi tampaknya merupakan pilihan yang bijaksana bagi SIX untuk mencoba memfasilitasi perdagangan aset jika Swiss ingin mempertahankan reputasinya di ruang kripto.

Saat ini, sebagian besar perdagangan Bitcoin dilakukan dengan menggunakan dolar Amerika. Langkah berani yang dilakukan SIX bisa dipastikan akan meningkatkan angka perdagangan kripto yang dalam mata uang Euro (EUR).

Source: businessinsider.com

Written by: Dita Safitri

Komentar