Suku Cadang Pesawat Kolaborasi Teknologi Blockchain dan 3D Printing

    suku cadang pesawat
    Inline Adv

    DuniaFintech.com – Pembuat komponen pesawat Moog Inc. sedang menguji kombinasi Blockchain dan pencetakan 3D untuk mempercepat penggantian suku cadang pesawat terbang yang rusak menjadi beberapa jam. Sebelumnya proses ini bisa memakan waktu berhari-hari bahkan berminggu-minggu.

    Peraturan pembuatan suku cadang pesawat diatur dengan sangat ketat oleh regulasi. Penjualannya bahkan membutuhkan sertifikasi dari Administrasi Penerbangan Federal dan lembaga lainnya. Karena itu lama proses pembuatannya tidak bisa diketahui dengan pasti.

    Perusahaan East Aurora, New York, bertujuan untuk menunjukkan bahwa menyatukan dua teknologi yang muncul yakni Blockchain (buku besar yang didistribusikan di belakang cryptocurrency) dan pembangunan suku cadang berdasarkan permintaan dari cetak biru digital dapat mendukung jenis pasar digital baru untuk suku cadang pesawat.

    “Idenya adalah bahwa saya akan menyimpan masing-masing bagian dari suku cadang itu secara digital dan mencetaknya menjadi barang fisik ketika saya membutuhkannya dengan menggunakan teknologi cetak 3 dimensi,” kata George Small, kepala petugas teknologi Moog. “Pada akhirnya, hanya mencoba mengidentifikasi semua inefisiensi dalam rantai pasokan yang ada dan kemudian menawarkan peluang untuk peningkatan,” tambahnya.

    Baca juga: 

    Pengujian Blockchain untuk Industri Penerbangan

    Menggunakan Blockchain dapat menghemat dokumen, membiarkan pembeli menemukan bagian dan segera membelinya.

    Moog, yang memiliki sekitar 13.000 karyawan dan mencatat pendapatan sebesar $ 2,9 miliar pada tahun yang berakhir pada bulan September, menguji kombinasi blockchain dan pencetakan 3D awal tahun ini, yang memungkinkan sebuah maskapai penerbangan memesan suku cadang untuk sebuah pesawat saat masih berada di udara dan langsung memasangnya saat mereka mendarat.

    Dalam tes tersebut, Air New Zealand Ltd. menggunakan sistem Blockchain Moog, VeriPart, untuk memesan komponen pelindung pengganti untuk layar dalam kursi untuk Boeing 777-300 saat dalam perjalanan dari Auckland ke Los Angeles. Menggunakan proses Blockchain, tim pemeliharaan di Selandia Baru memesan file digital yang berisi desain bagian dari Singapore Technologies Engineering Ltd., sebuah perusahaan yang berbasis di Singapura yang menyediakan layanan perbaikan maskapai.

    Pesanan itu kemudian divalidasi pada sistem Blockchain Moog, yang dihosting di Azure cloud milik Microsoft Corp. Bagian itu kemudian dicetak pada printer Moog 3D di Los Angeles, dikirim ke bandara dan dipasang di pesawat.

    Biasanya butuh berminggu-minggu untuk mendapatkan suku cadang pesawat pengganti dari pemasok, kata Samuel Engel, wakil presiden senior di praktik penerbangan perusahaan konsultan ICF International Inc.Perusahaan lintas industri telah mengeksplorasi potensi blockchain untuk mengotentikasi transaksi dan merampingkan proses di seluruh jaringan besar yang melibatkan berbagai mitra. Langkah baru yang dilakukan dalam industri penerbangan ini diharapkan akan mampu meningkatkan layanan maskapai secara keseluruhan.

    -Dita Safitri-

    Komentar
    Bottom Adv