Telegram Akhirnya Akui Menjadi Pihak Dibalik TON Blockchain

    Telegram blockchain
    Pavel Durov, CEO Telegram
    Inline Adv

    DuniaFintech.com – Aplikasi perpesanan Telegram secara resmi menegaskan telah menjadi pihak ‘dibalik layar’ atas peluncuran teknologi blockchain bernama Telegram Open Network (TON). Setelah mengumpulkan USD1,7 triliun dengan meluncurkan fitur radio silence di tahun lalu, pengembang tersebut kini mengeksplorasi segmen lainnya.

    Pada situs resminya, Telegram mengumumkan telah mengadopsi TON blockchain. Dalam situs tersebut, terdapat dokumen berupa syarat dan ketentuan aplikasi Wallet untuk Gram Token.

    Pada dokumen tersebut, Wallet akan menjadi bagian dari aplikasi chat Telegram, namun ditawarkan sebagai produk yang terpisah. Dalam arti kata lain, seluruh aktivitas transaksi Wallet akan divalidasi oleh TON blockchain.

    Untuk urusan aplikasi Wallet, Telegram menyerahkan kepada FZ-LLC, yang juga merupakan bagian dari pengawas perpesanan untuk sistem operasi Android.

    Baca juga:

    Telegram Adopsi Blockchain

    Selain itu, pihak Telegram juga tidak memliki kendali atas proses dan verifikasi segala aktivitas transaksi yang tertera dalam syarat dan ketentuan dari TON blockchain.

    Hal ini menjadi yang pertama kalinya Telegram mempublikasikan keterkaitannya dengan TON blockchain. Bahkan representasi dari perusahaan seperti Pavel Durov selaku CEO tidak pernah mengatakan dan menanggapi hal ini.

    Pada awal September lalu, kode simpul TON blockchain telah diluncurkan, kemudian pada 2 Oktober seluruh simpul telah dikirim kepada para investor melalui email dalam bentuk link generator yang berisi akses ke token miliknya. Rencanya proyek ini akan diresmikan paling lambat sebelum 31 Oktober 2019.

    -Fauzan-

     

    Komentar
    Bottom Adv