TIDAK PERLU KHAWATIR! PARA INVESTOR DUNIA TETAP MELIRIK FINTECH DI INDONESIA

February 9, 2018

DuniaFintech.com – Indonesia memiliki prospek pertumbuhan signifikan jangka panjang, sehingga startup bidang financial technology (fintech) memiliki peluang yang cukup besar di Indonesia, dan hal tersebut memikat para investor hingga saat ini. Begitu pula pernyataan dari Chatib Basri selaku pengamat ekonomi dari Universitas Indonesia (UI) yang memprediksi para investor dunia masih akan menanamkan modalnya di Indonesia yang masuk kategori negara berkembang dikarenakan ekonomi Indonesia semakin membaik.

Baca juga : http://duniafintech.com/unicef-undang-startup-dan-perusahaan-blockchain-untuk-dapatkan-investasi/

Saya pikir Indonesia termasuk emerging market yang tidak akan ditinggalkan (investor). Kalau menurut data makronya mestinya begitu,” ungkap Chatib di acara Mandiri Investment Forum di Jakarta, Rabu (7/2/2018), yang dilansir dari liputan6.com

Baca juga : duniafintech.com/startup-fintech-loot-meraih-hingga-6-juta-poundsterling/

Chatib Basri yang juga mantan menteri keuangan itu membandingkan kondisi ekonomi Indonesia sekitar lima tahun lalu dan sekarang, dimana saat 2013, ketika current account deficit 4 persen (dari PDB), mengakibatkan dipotongnya subsidi BBM dan juga terjadinya kenaikan bunga. Akan tetapi, saat ini, ekonomi Indonesia dalam keadaan baik dan sehat.

Sekarang current account deficit kita kurang dari 2 persen, inflasi kita sekitar 3 persen,” ujarnya.

Baca juga : startup-e-sport-berumur-satu-tahun-ini-berhasil-dapatkan-investasi-dari-paul-maritz/

Tidak tinggal diam, strategi dibuat untuk menjaga kondisi tersebut, Chatib mengimbau kepada para pelaku usaha maupun investor untuk tidak melakukan penjualan saham besar-besaran atau panic selling.

Yang harus dijaga satu, jangan sampai terjadi panic selling. Market itu ada yang namanya animal spirit, kekhawatiran. Itu yang kemudian bisa mendorong orang berpikir akan terjadi krisis. Sebetulnya secara rasional itu tidak akan terjadi,” jelasnya.

Written by : Dinda Luvita

Komentar