Tren Sektor Fintech Masa Kini yang Harus Anda Tahu

    Tren Sektor Fintech picture

    DuniaFintech.com – Kita sudah melewati dekade pertama dari era ketiga inovasi teknologi finansial yang tumbuh dari dampak krisis keuangan global tahun 2008 lalu dan munculnya ponsel pintar, serta tren sektor fintech.

    Dengan rekor jumlah investasi yag mengalir ke tren sektor fintech pada tahun 2018, inovasi di bidang fintech tidak menujunkkan tanda-tanda akan melambat. Justru dalam beberapa tahun terakhir, kurvanya sudah mulai bercabang ke beberapa arah baru yang membuatnya semakin menarik.

    Baca juga: Oper Rilis Aplikasi Pengawasan Karyawan

    Konsumen menuai sebagian besar dari manfaat munculnya era baru ini dengan pembayaran yang efisien serta produk pinjaman yang semakin beragam. Namun secara umum, investasi pada perusahaan startup fintech B2B meningkat drastis selama beberapa tahun terakhir. Fintech mulai menggurita dengan 3 tren sektor fintech yang digadang-gadang akan membuatnya semakin besar. Apa saja?

    Tren Sektor Fintech B2B Lending

    Saat ini, banyak orang yang berburu pinjaman ke bank. Namun, proses yang panjang serta persyaratan yang semakin banyak membuat pinjaman ini sulit didapatkan. Bukan hanya individu, kita mulai melihat perkembangan pinjaman online juga dilakukan oleh perusahaan-perusahaan. Semakin banyaknya pilihan produk pinjaman membuat pebisnis memilih untuk beralih ke pinjaman online yang lebih mudah.

    Tren Sektor Fintech B2B Payment

    Pada tahun-tahun awal era ketiga ini melihat banyak produk pembayaran konsumen yang sangat keren: Penggunaan cek dan dompet fisik menurun karena orang membayar dengan aplikasi ponsel pintar. Ponsel juga terbukti menjadi anugerah bagi orang yang tidak memiliki rekening bank – artinya orang-orang tanpa kartu kredit atau bahkan rekening bank – sesuatu yang sangat umum di negara-negara berkembang, tetap bisa melakukan transaksi dan pembayaran dengan lebih mudah.

    Baca juga: Satoshi Nakamoto Rupanya Penulis Dua Buku Mendatang di Amazon?

    Sementara itu, pembayaran B2B yang melibatkan fintech telah berjalan dengan lambat namun pasti, dan belakangan ini mereka benar-benar meningkatkan kecepatan. Ini adalah pasar yang telah lama terlayani oleh bank. Pembayaran bisnis dipenuhi dengan kompleksitas, proses manual dan cek kertas. Solusi fintech, di sisi lain, dapat mengotomatisasi lebih banyak proses, tidak hanya memindahkan uang dari titik A ke titik B, yang selama ini hanya bisa dilakukan oleh bank.

    Bank Mulai Memberikan Beragam Penawaran untuk Pebisnis

    Dulu ketika fintech baru pertama kali menjadi tren di tahun 2008, bank dan institusi finansial tradisional adalah satu-satunya harapan bagi para pebisnis. Namun sekarang, perusahaan-perusahaan fintech teus tumbuh dengan berbagai penawaran yang tidak diberikan bank sebelumnya.

    Di sisi lain, kehadiran perusahaan-perusahaan ini memberikan tekanan tersendiri bagi bank. Mau tidak mau demi mengejar ketertinggalan, bank pun mulai mengadopsi teknologi yang tidak kalah mumpuni. Lama kelamaan, produk bank semakin beragam. Banyak yang menyebut bahwa pada akhirnya bank akan bermitra dan saling bahu membahu dengan perusahaan-perusahaan fintech demi meningkatkan inklusi keuangan.

    Image by rawpixel from Pixabay

    -Dita Safitri-

    Komentar