Tren Teknologi 2019: Ekosistem Digital Berbasis Data

    Ringkasan Berita: Prediksi Dell Technologies 2019 ini berdasarkan pemikiran kepemimpinan teknologi transformasi digital “Realizing 2030” dan perkembangan sejumlah teknologi baru. 2019 akan menjadi tahun ekosistem digital berbasis data, membawa dunia melangkah semakin dekat ke tahun 2030, era berikutnya dari kemitraan manusia dan mesin, serta era dimana kita akan semakin tidak terpisahkan dari cara hidup cerdas, bekerja cerdas, dan ekonomi tanpa batas. Prediksi ini menyoroti sejumlah tren industri eksternal yang akan mulai berkembang di tahun 2019 seiring perkembangan dunia menyambut era baru kemitraan manusia dan mesin.

    Tren Teknologi 2019 picture

    DuniaFintech.com – JAKARTA, Indonesia – 31 Januari 2019. Pemerintah Indonesia secara resmi meluncurkan konektivitas dan digitalisasi untuk memperbaharui aktivitas operasional sektor bisnis dan e-commerce utama di Indonesia, yang menjadi tren teknologi 2019, dimana merupakan tahun ekosistem digital berbasis data. 

    Selain itu, perilaku belanja konsumen Indonesia juga telah berubah dari belanja produk ke belanja layanan, dimana teknologi-teknologi baru merupakan factor penting yang memberdayakan perubahan tersebut, yang menjadi tanda tren teknologi. Di masa depan, kolaborasi antara manusia dan mesin tidak bisa dihindari.

    Prediksi Dell Technologies untuk tren teknologi 2019 membahas bagaimana dunia menuju dekade kedua abad 21 dan era baru Kemitraan Manusia dan Mesin. Dell Technologies memprediksi 2019 akan menjadi Tahun Ekosistem Digital Berbasis Data. Pembelajaran mesin (Machine Learning / ML) dan perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence / AI) akan memberdayakan “ekosistem digital berbasis data” yang dapat menganalisa data dalam volume yang sangat besar untuk mendapatkan wawasan meningkatkan pendapatan bisnis dan bekerja dengan cara yang semakin pintar untuk meraih hal tersebut.

    Jeff Clarke, Vice Chairman, Products & Operations, Dell, menyatakan bahwa rantai pasokan akan menjadi lebih kuat dan lebih pintar di tahun 2019 dan tim Global Service Parts akan mewujudkan visi tersebut, memanfaatkan keunggulan dari Kecerdasan Buatan/Pembelajaran Mesin untuk menghadirkan pengalaman layanan perbaikan yang lebih baik bagi pelanggan. Transformasi digital sangatlah penting untuk bisa meraih manfaat dari semua aset data yang ada di Era Data.

    Catherine Lian, Managing Director, Dell EMC Indonesia menambahkan:

    “Saat ini, transformasi digital sudah bukan hanya suatu tren, tapi telah menjadi suatu keharusan. Selain itu, 57% perusahaan Indonesia mengakui bahwa mereka akan mengalami kesulitan memenuhi permintaan pelanggan yang terus berubah dalam lima tahun ke depan jika mereka tidak bertransformasi. Perusahaan-perusahaan ini adalah pemangku kepentingan dari visi Industri 4.0 di Indonesia dan bersama-sama dengan pemerintah, mereka harus menemukan cara untuk bekerja sama dalam mewujudkan potensi penuh teknologi di berbagai bidang bisnis.”

    Jadi, apa yang akan terjadi di tahun 2019? Berikut adalah prediksi Dell untuk tren teknologi 2019 seiring langkah kita menuju ekosistem digital berbasis data:

    1. 5G akan membuat kita hidup di tepi (edge)

    Perangkat 5G pertama dijadwalkan akan mulai dipasarkan tahun depan seiring perkembangan jaringan generasi berikutnya yang sangat dinantikan ini yang diharapkan akan sepenuhnya penggunaan data dalam hal kecepatan dan aksesibilitas. Jaringan dengan latensi rendah dan bandwidth tinggi artinya akan lebih banyak benda, mobil dan sistem – dan berbagai aktivitas yang berkaitan dengan AI, Pembelajaran Mesin dan Komputasi terjadi di tepi (edge), karena di situlah semua data akan dihasilkan. Pertumbuhan edge computing yang dimungkinkan oleh kecepatan dan aksesibilitas jaringan data yang belum pernah terjadi sebelumnya, akan mengubah cara organisasi memanfaatkan data untuk kemajuan bisnis mereka.

    2. Prakiraan data akan membutuhkan lebih banyak teknologi cloud

    Tahun lalu, Dell memprediksi kehadiran Mega Cloud, yaitu berbagai teknologi cloud yang menjadi sebuah model operasional terdepan seiring strategi TI yang membutuhkan cloud publik dan cloud pribadi. Sebuah survei IDC baru-baru ini menyatakan bahwa lebih dari 80% responden mengembalikan data ke cloud pribadi on premise – dan kita akan melihat tren tersebut berlanjut, bahkan dengan proyeksi pertumbuhan cloud publik. Lingkungan mega-cloud akan mendorong otomatisasi, pemrosesan AI dan ML menjadi lebih cepat karena teknologi-teknologi ini memberi organisasi kemampuan untuk mengelola, memindahkan, dan memproses data dimana dan kapan pun mereka perlu melakukannya.

    3. Pekerjaan dan aktivitas sehari-hari akan semakin tak terpisahkan

    Asisten virtual akan semakin menjadi bagian dari teknologi konsumen – seperti teknologi rumah pintar, “barang” dan mobil yang saling terhubung – yang mempelajari preferensi Anda dan secara proaktif menyajikan konten dan informasi berdasarkan interaksi sebelumnya. Kita akan melihat kecerdasan mesin ini bergabung dengan augmented reality dan realitas virtual di rumah untuk menciptakan pengalaman yang sepenuhnya menyatu dengan kehidupan sehari-hari – seperti seorang asisten koki virtual yang dapat membantu Anda menyiapkan makanan untuk keluarga. Dan Anda akan lebih terhubung dengan kesehatan pribadi Anda dengan alat pelacak kesehatan cerdas yang dapat menangkap banyak informasi tentang tubuh Anda, seperti variabilitas detak jantung (HRV), pola tidur dan banyak lagi, yang dengan mudah dapat Anda kirimkan kepada penyedia layanan kesehatan untuk mendapatkan perawatan yang lebih baik.

    4. Tambang data berlimpah akan memicu “Demam Emas” berikutnya dalam investasi teknologi

    Berbagai organisasi telah menimbun data dalam jumlah sangat besar selama bertahun-tahun. Diperkirakan pada tahun 2020, volume data akan mencapai 44 triliun gigabyte, atau 44 Zettabytes. Seiring nilai yang lebih besar yang bisa mereka dapatkan dari data tesebut – ditambah wawasan yang mendorong berbagai inovasi baru dan proses bisnis yang lebih efisien – akan lebih banyak investasi muncul dari sektor teknologi. Perusahaan-perusahaan baru akan muncul untuk mengatasi berbagai tantangan yang lebih besar yang membuat AI menjadi kenyataan: manajemen data dan analisis gabungan data dimana wawasan atau ide pada dasarnya bisa muncul dari mana saja, dan solusi kepatuhan data untuk mewujudkan hasil dengan cara yang lebih aman dan lebih cerdas.

    5. Millennials bersiaplah, Gen Z akan menguasai dunia kerja

    Generasi milenial harus memberikan ruang bagi generasi berikutnya, yaitu Gen Z (lahir setelah 1995) yang akan memasuki dunia kerja mulai tahun 2019 – yang akan menciptakan tenaga kerja yang semakin beragam yang mencakup lima generasi. Kondisi ni akan menciptakan berbagai pengalaman dari sisi kehidupan dan teknologi. 98% dari Gen Z telah menggunakan teknologi sebagai bagian dari pendidikan formal mereka, sebagian besar mengerti dasar-dasar coding perangkat lunak dan mengharapkan akan menggunakan teknologi terbaik sebagai bagian dari pengalaman kerja mereka.

    6. Menciptakan pelindung data

    Dengan semakin meningkatnya pamor data sebagai aset organisasi yang paling berharga, mengamankan dan melindungi data harus menjadi prioritas utama. Untuk menjadi yang terdepan dalam memastikan setiap dan semua titik akses data tetap aman, organisasi akan mengucurkan lebih banyak dana untuk investasi keamanan, baik untuk enkripsi yang lebih kuat di akses end-point atau keamanan siber cerdas yang mencakup pusat data terdistribusi di edge dan cloud. Kita akan melihat AI dan ML semakin berperan secara proaktif melindungi data yang paling rentan diserang atau dicuri, dan cukup pintar untuk menggagalkan akses mencurigakan bahkan sebelum manusia menyadari data mereka diserang.

    7. Tidak ada lagi rantai yang lemah atau pemborosan: rantai pasokan akan menjadi lebih kuat, lebih pintar, dan lebih ramah lingkungan

    Keyakinan akan berbagai keuntungan dalam menjalankan bisnis yang berkelanjutan, akan semakin banyak organisasi yang mengikuti langkah Dell dan mulai mempercepat mencari cara mengurangi pemborosan dari bisnis mereka dengan melakukan inovasi baru praktik daur ulang dan closed loop. Untuk membantu berbagai organisasi tersebut, Dell berbagi cetak biru (blue print) inisiatif mengubah plastik limbah laut menjadi kemasan daur ulang dan mengubah jelaga dari asap knalpot generator diesel menjadi kemasan tinta cetak.

    Saat ini merupakan waktu terbaik untuk tren teknologi – dengan inovasi 5G, AI dan Pembelajaran Mesin, cloud, dan blockchain yang melaju dengan kecepatan penuh, Dell memperkirakan kita akan memanfaatkan 44 zettabytes data tersebut pada tahun 2020. Kita akan membuka “kekuatan data” dengan cara yang belum pernah dilakukan sebelumnya, mengubah bisnis dan kehidupan sehari-hari. Kita semua akan berpacu dengan kecepatan tinggi menuju Era Data pada tahun 2019.

    -Press Release-

    Komentar