Seberapa Besar Peluang Usaha Fintech Remittance di Indonesia?

    Usaha Fintech Remittance picture
    Inline Adv

    DuniaFintech.com – Usaha fintech remittance atau remitansi merupakan jasa pengiriman uang yang dilakukan antar negara secara online. Pengguna layanan ini kebanyakan adalah para pekerja di luar negeri yang ingin mengirimkan uang pada keluarganya di tanah air. Penerima biasanya adalah komunitas unbanked yang belum tersentuh perbankan.

    Jasa remitansi ada yang disediakan oleh bank konvensional, namun tidak sedikit perusahaan fintech yang juga bersedia membantu para pekerja di luar negeri mengirimkan uangnya dengan biaya yang cukup terjangkau dengan membuka  usaha fintech remittance.

    Baca juga: Huawei Berencana Rilis Layanan Blockchain di Amerika Latin

    Seberapa Besar Pertumbuhan Remintansi di Indonesia?

    Hingga saat ini berbagai perusahaan termasuk bank penyedia jasa remintasi terus melakukan berbagai strategi untuk meningkatkan penggunaan jasa remitansi. Pasalnya, keberadaan sektor ini memang diakyui sebagai salah satu poin positif untu meningkatkan inklusi keuangan. Bagi perbankan konvensional misalnya, penggunaan remitansi bisa menjadi pintu untuk mengajak masyarakat unbanked untuk mendapatkan layanan perbankan dengan menjadikan mereka sebagai nasabah.

    Menurut Kepala Divisi Internasional PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) Henry Panjaitan, Bank Indonesia mencatat pertumbuhan slip remitansi selama beberapa tahun terakhir naik sebesar 11%. Artinya ada sekitar 270.000 slip remitansi yang masuk setiap tahunnya. Bagi setiap bank penyedia layanan, adanya pengguna jasa remitansi ini telah berhasil meningkatkan penghasilan mereka hingga ratusan miliar saban tahun.

    Peluang Bisnis Remitansi di Indonesia

    Sebagai salah satu negara berkembang di dunia, bisnis remitansi di Indonesia sangatlah menggiurkan. Bukan hanya untuk menjangkau masyarakat yang tinggai jauh dari kantor cabang, peluang pasar yang ada pun sangat besar.

    Jika dilihat dari pasar remitansi internasional dengan asumsi jumlah imigran dan TKI asal Indonesia di luar negeri mencapai 13,5 juta jiwa, uang yang dikirim setiap tahunnya dari luar ke dalam negeri bisa mencapai Rp168 triliun. Dengan perhitungan biaya remitansi dan lain sebagainya, pendapatan bank bisa mencapai Rp1,07 triliun.

    Baca juga: GreatDay HR Kelola SDM Dengan Aplikasi

    Sedangkan untuk remitansi domestik, kita bisa melihat besarnya peluang dengan menghitung masyarakat yang tidak memiliki rekening bank di Indonesia yang mencapai 80 juta jiwa. Jika kita asumsikan dalam setahun mereka mengirimkan uang 6 kali dengan biaya remitansi sebesar Rp5 ribu per satu kali transaksi, maka diperkirakan keuntungan lembaga keuangan penyedia layanan ini bisa mencapai Rp1,24 triliun per tahun.

    Jika dilihat dari nilai tarif remitansi negara-negara G20, Indonesia memang masih termasuk rendah dengan nilai 6,7%. Namun ini tidak lantas membuat peluang di remitansi di Indonesia berkurang. Ini justru menjadi kesempatan emas bagi para pengusaha dan penyedia layanan remitansi lainnya untuk terus mensosialisasikan remitansi agar penggunanya semakin banyak lagi.

    Baca

    Image by mohamed Hassan from Pixabay

    -Dita Safitri-

    Komentar
    Bottom Adv